Pecahan ketiga dari pertama

Photo by Alex Vasey on Unsplash

“Sore Kishida sensei,” sapaku kepada guru olahraga sekolah kami.

Ia selalu berdiri di depan gerbang sekolah menggenaan track suit merah seperti biasanya.

“Ah Annete! Sudah berapa banyak yang menangis karenamu mingu ini hahaha!?” Tawanya yang lebar dan keras menarik perhatian para murid yang berjalan keluar…

Kesengsaraan dan kebahagiaan.

Photo by Jordan Wozniak on Unsplash

Tuhan itu… Ia tidak sebegitu jahat hingga memalingkan wajah-Nya daripada kesengsaraan.

Mata-Nya senantiasa melihat kebawah untuk menyaksikan.

Masakan Tuhan tidak akan menolong mereka yang sengsara?

Ada banyak kesengsaraan di dunia. Tidak kurang mereka yang bertanya, dimanakah Tuhan?

Aku tidak peduli seberapa sengsara hidupku dan seberapa tidak adilnya…

Pecahan kedua dari pertama

Photo by Wander Fleur on Unsplash

Aku tidak mengerti mengapa siswi perempuan sangat membenciku. Tidakkah bisa menjadi kawan?

Padahal aku sudah menolak semua lelaki… huh… susah juga kalau begini.

Mungkin dalam seminggu bisa ada 2 atau 3 orang yang menyatakan perasaannya kepadaku. Entah mereka adalah kakak kelasku, seangkatanku, ataupun adik kelasku.

Uhm… aku sebenarnya…

Pecahan pertama dari pertama

Photo by Thomas Le on Unsplash
… baca sambil di play

Penduduk Nagaro dikejutkan dengan berita serial pembunuhan selama 1 bulan terkahir.

Pihak kepolisian setempat mengakatan jika ada kemungkinan pelaku tindak kejahatan tersebut adalah orang yang sama untuk setiap nyawa terhilang.

Aku sangat tertarik — atau harus kukatakan, mau tidak mau menjadi tertarik.

Bagaimana tidak?

Korban…

Mengenai aku, diriku, dan didalamku

Photo by Mia Baker on Unsplash

Kewajaran akan timbul oleh adanya kebiasaan. Aku ingin mengupas sedikit mengenai realita seorang manusia. Tidak ada landasan teori ataupun penelitian — hanya pikiran liar belaka.

Ide ini tidak begitu rumit, biarkan kujelaskan dengan sebuah contoh.

Sean (Aku) tumbuh dewasa melihat kesuksesan beberapa saudara ibunya yang dapat terlihat dari:

  1. Rumah mereka

20 tahun lagi.

Photo by Danie Franco on Unsplash

Ada waktunya ketika aku seketika saja terdiam, pikirku, benar juga ya — bersama dengan orangtua umur kita bertambah menjadi semakin tua.

Tiba-tiba saja tersadar bila waktu tidak akan ada selamanya, entah untuk mereka ataupun untukku.

Sebuah keindahan kerap aku lihat ketika memperhatikan seorang Nenek dan anak…

Serakah atau bertahan hidup?

Photo by fikry anshor on Unsplash

Mengapa kita menginginkan uang? Mengapa beberapa orang menyerah mengejarnya? Sedikit banyaknya ini adalah cerita mengenai diri kita sendiri.

Aku ingin memulai ini dengan pengalaman sederhana mengenai kekayaan. Kurasa menjadi kaya artinya menjadi berada. Anehnya, tanpa dijelaskanpun semua orang bisa membayangkannya.

Harus ada akhir dari sebuah kekayaan. Apa tujuan akhir dari…

Ketika ya atau tidak menjadi pilihan yang sulit

Photo by Heidi Fin on Unsplash

Sampai sekarang aku masih tidak habis pikir dengan mereka yang berusaha menjadi lebih dari yang dibutuhkan. Kau tahu, mereka yang selalu termakan gaya hidup.

Aneh sekali. Sangat aneh. Bagaimana bisa ada yang seperti itu?

Lebih parah lagi jika pemenuhan gaya hidup mereka menggunakan uang hutang ataupun pinjaman.

Totally…

Heh. Terpapar Covid-19.

Photo by Nicolas I. on Unsplash

Dua bulan ini aku jadi sering mendengar berita duka datang dari mana saja. Hal yang sangat mengejutkan. Kalau dahulu mungkin sebulan sekali aku mendengar berita duka, sekarang hampir setiap minggu telingaku mendengarnya.

Aku harus mengakui jika dua bulan ini sangat banyak orang yang terpapar Covid-19. Lingkupnya pun seakan semakin mendekat…

Sean Clarence

Sean isn’t a name, but an idea.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store