20 tahun lagi.

Photo by Danie Franco on Unsplash

Ada waktunya ketika aku seketika saja terdiam, pikirku, benar juga ya — bersama dengan orangtua umur kita bertambah menjadi semakin tua.

Tiba-tiba saja tersadar bila waktu tidak akan ada selamanya, entah untuk mereka ataupun untukku.

Sebuah keindahan kerap aku lihat ketika memperhatikan seorang Nenek dan anak tertuanya. Tiada berbeda hubungan mereka satu sama lainnya hingga sekarang.

Mereka menganggap satu sama lainnya sebagai seorang ibu dan anak. Yang ibu bukanlah seorang Nenek, dan yang anak bukanlah seorang tua.

Keduanya memiliki hubungan yang sama sebagaimana sewaktu mereka muda.

Ini adalah keindahan.

Aku pun membayangkan 20 tahun…


Menjadi keduanya.

Photo by Sebastián León Prado on Unsplash

Seorang pemimpi terlalu sering melupakan realita. Seorang realita memandang dirinya sudah cukup dan tidak bermimpi.

Tidak ada yang salah dengan keduanya. Kutekankan, tidak ada yang berhak mengatakan apa yang benar dan salah bila mereka manusia belaka.

Hidupilah hidup sebagaimana kamu ingin menghidupinya.

Mengenai pemimpi, aku adalah seorang pemimpi yang mendambakan langit dan bukan bumi. Kubayangkan dapat berdiri di atas langit biru, lambang kemustahilan.

Mengenai realita, aku sudah menyeimbangi diri dengan menjadi realistis. Tentu saja setelah menyadari terlalu banyak bermimpi tidaklah baik.

Big dreams. Mimpi-mimpi besar. Apa ada yang salah dengan itu? Tentu saja tidak ada. Meskipun…


Serakah atau bertahan hidup?

Photo by fikry anshor on Unsplash

Mengapa kita menginginkan uang? Mengapa beberapa orang menyerah mengejarnya? Sedikit banyaknya ini adalah cerita mengenai diri kita sendiri.

Aku ingin memulai ini dengan pengalaman sederhana mengenai kekayaan. Kurasa menjadi kaya artinya menjadi berada. Anehnya, tanpa dijelaskanpun semua orang bisa membayangkannya.

Harus ada akhir dari sebuah kekayaan. Apa tujuan akhir dari uang yang kita miliki? Jujur saja, tidak akan ada keinginan terhadap uang jika tidak ada tujuan.

Beberapa tahun lalu, tepatnya di bangku SMP, uang saku yang kuterima setiap bulan adalah sebesar IDR 250,000.00.

Keadaanku seperti apa di kala itu? Aku melihat banyak teman sebaya yang uang sakunya lebih besar…


Ketika ya atau tidak menjadi pilihan yang sulit

Photo by Heidi Fin on Unsplash

Sampai sekarang aku masih tidak habis pikir dengan mereka yang berusaha menjadi lebih dari yang dibutuhkan. Kau tahu, mereka yang selalu termakan gaya hidup.

Aneh sekali. Sangat aneh. Bagaimana bisa ada yang seperti itu?

Lebih parah lagi jika pemenuhan gaya hidup mereka menggunakan uang hutang ataupun pinjaman.

Totally weird.

Kok bisa ya seorang manusia memutuskan untuk membeli sesuatu yang tidak berguna, terlebih lagi jika bukan memakai uangnya sendiri?

Beberapa tahun lalu aku masih memiliki keinginan untuk mendapatkan versi terbaru dari smartphone seri tertentu setiap tahunnya.

Bisnis smartphone itu cycle atau siklus. Akan ada newer version dari seri tertentu…


Heh. Terpapar Covid-19.

Photo by Nicolas I. on Unsplash

Dua bulan ini aku jadi sering mendengar berita duka datang dari mana saja. Hal yang sangat mengejutkan. Kalau dahulu mungkin sebulan sekali aku mendengar berita duka, sekarang hampir setiap minggu telingaku mendengarnya.

Aku harus mengakui jika dua bulan ini sangat banyak orang yang terpapar Covid-19. Lingkupnya pun seakan semakin mendekat kepadaku.

Cukup banyak kerabatku dari pihak papa yang terpapar Covid-19. Bahkan anak sepupuku yang masih bayi juga terpapar. Wew… dan aku pun juga positif Covid-19 di awal Juli kemarin.

Alhasil sebulan ini aku hanya menghabiskan waktu #dirumah aja. Well… bukan sesuatu yang baru hehehe. Karena dari dulu aku memang…


Mendalami diri sendiri

Photo by Alif Ngoylung on Unsplash

Beberapa bulan lalu aku sempat membaca sebuah artikel di Medium, katanya begini, judul sebuah artikel nggak boleh ada tanda tanya. Bener nggak sih?

Aku sendiri juga nggak seberapa ngerti kalau disuruh nulis sesuatu yang terlalu formal. Bahasaku ya begini, terkadang baku dan terkadang tidak.

Kesalahanku atau orang lain?

Pertanyaan diatas muncul ketika aku sedang menuliskan journalku pagi tadi (Ehm! I write my journal kapan pun yang aku mau hehehe).

Dua paragraf pertama nggak ada hubungannya sama sekali dengan ceritaku kali ini kok. Semua dimulai dari journal yang aku tulis pagi tadi (03/07/2021).

Ada sebuah pertanyaan yang menyentakku sembari menuliskan journal…


Hidup memang penuh dengan kejutan

Photo by Andre Benz on Unsplash

Sewaktu masih SD aku sering menginap di rumah oma-ku (Aku memanggilnya emak). Di kala itu, My first uncle sama second uncle tinggal satu rumah dengan oma. Mereka berdua masih bujang dan belum menikah.

Pamanku yang pertama adalah seorang pengusaha ekspor-impor dalam sektor agribisnis. Sedangkan pamanku yang kedua adalah seorang pendeta.

Aku masih ingat kala itu, selalu menunggu pamanku yang kedua pulang dari gereja setiap malam. Aku akan pergi ke kamarnya ketika ia sudah pulang. Untuk apa? Ia, Sewie Elia Huang, akan memutarkan DVD Sinchan biar aku dapat tertawa.

Beliau, seorang yang sangat kuhormati, telah meninggalkan dunia.

Aku…


Curhatan singkat untuk 2045

Photo by Reza Rinaldi on Unsplash

Aku sangat bersyukur bisa terlahir sebagai seorang Gen Z yang di tahun 2021 ini bertambah umur menjadi 20 tahun.

Kita adalah sebuah generasi yang sangat mungkin bisa menyaksikan, bahkan mengambil peran untuk melukiskan Indonesia jaya.

Ya mungkin aku sedikit banyaknya tergelitik dengan Pak Gita Wirjawan dengan Endgame-nya di kanal Youtube.

Beliau selalu menanyakan pertanyaan yang sama di akhir sesi kepada setiap tamu.

“Gimana sih bayangan anda untuk Indonesia 2045?"

Semua guest disana beragam sekali background mereka, dan untuk fakta ini aku sangat salut. Bahkan beberapa episode akhir-akhir ini mengundang tokoh dari beragam agama yang ada di Indonesia.

Coba deh…


Bukan apa-apa.

Photo by louis tricot on Unsplash

Wew… nggak terasa udah satu tahun aku terus membagikan cerita disini.

Bulan enam tahun lalu cukup menyiksa hahaha, aku trial dan error untuk create tampilan dari website ini. Sempet ngereset tuh berulang kali…

Satu tahun ini adalah pengalaman yang menyenangkan. Karena terbukti aku bisa konsisten menulis kalau ada kemauan.

Begitulah… tujuan sebenarnya blog ini dibuat adalah untuk melepaskan rasa bosanku.

Aku spent money untuk membeli hosting dan domain tahun lalu. Udah bisa sampai 50-an cerita merupakan kesenangan tersendiri buatku.

Tahun lalu ya…

Waktu itu aku belum memiliki sedikitpun penghasilan. Aktivitasnya juga dirumah aja karena pandemi Covid. Siapa sangka aku…


Iya begitu… nantikanlah senang ketika sedih, nantikanlah sedih ketika senang hahaha.

Photo by Hybrid on Unsplash

Pertama-tama perbolehkan aku untuk mengatakan bila di bulan Mei ini benar-benar tidak sesuai ekspektasiku. Aku sangat berharap untuk bisa menembus penghasilan IDR 10,000,000.00 di bulan ini, tetapi sayang sekali, rasanya belum bisa.

Ada satu hal yang tidak kusangka di bulan ini. Ternyata hari libur lebaran sangat berpengaruh besar terhadap penjualan Dodolan Rek.

Kita lihat statistiknya dulu deh… akhir bulan April 2021 di tutup dengan 114 transaksi, bagaimana dengan bulan Mei ini? Per tanggal 27 Mei 2021 masih terhitung 71 transaksi atau penurunan sekitar 32% dari bulan lalu.

Masih ada 5 hari lagi sebelum Mei berakhir (Aku menulis ini 27/05/2021)… but…

Sean Clarence

Sean isn’t a name, but an idea.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store