Cerita: Batas Ambang Realita dan Mimpi

Menjadi keduanya.

Photo by Sebastián León Prado on Unsplash

Seorang pemimpi terlalu sering melupakan realita. Seorang realita memandang dirinya sudah cukup dan tidak bermimpi.

Tidak ada yang salah dengan keduanya. Kutekankan, tidak ada yang berhak mengatakan apa yang benar dan salah bila mereka manusia belaka.

Hidupilah hidup sebagaimana kamu ingin menghidupinya.

Mengenai pemimpi, aku adalah seorang pemimpi yang mendambakan langit dan bukan bumi. Kubayangkan dapat berdiri di atas langit biru, lambang kemustahilan.

Mengenai realita, aku sudah menyeimbangi diri dengan menjadi realistis. Tentu saja setelah menyadari terlalu banyak bermimpi tidaklah baik.

Big dreams. Mimpi-mimpi besar. Apa ada yang salah dengan itu? Tentu saja tidak ada. Meskipun pada akhirnya semua tergantung pada willpower, tetapi aku sering menemukan diri sendiri merasa tidak puas karena terlalu sering menjadi pemimpi.

Ada satu kejadian yang membuat aku, yang keras kepala ini, mulai membuka diri untuk menjadi seorang realis.

Harus kuakui, kita harus bermimpi tetapi juga realistis.

Apa aku pernah menuliskan ini ya sebelumnya…? Jika hari-hari ini pikiranku lebih sering memikirkan mengenai tingkat kepuasan diri.

Bila ternyata hidupku yang sekarang ini engga begitu buruk lho.

Ketika kupikirkan kalimat itu — pertanyaannya adalah, apakah aku sudah selesai dan tidak akan melanjutkan Sean sebagai pemimpi?

Aku sebagai realis menyadari jika hidupku sekarang ini engga buruk-buruk amat. Terkadang timbul senyum dan perasaan syukur ketika terbaring diatas tempat tidurku.

Tetapi… apakah aku akan menyerahkan Sean sebagai pemimpi kepada reinkarnasi? Hmm… bahkan aku yang sekarang tidak pernah tahu masa laluku. Sean yang sekarang ada hanyalah Sean yang ada sekarang.

Kurasa siapapun yang sadar akan selalu mengatakan, jika faktanya banyak orang lebih baik dari kita. Dan aku sangat menyadari betul hal itu.

Sebagai pemimpi… sebagai realis…

Sekarang ini aku masih memiliki begitu banyak mimpi, setidaknya sebagai hal untuk dinanti setiap hari. Badan terasa lebih bersemangat dengan memiliki mimpi.

Ketika imajinasiku terlalu tinggi untuk dicapai, lekas saja aku sebagai realis muncul untuk menarik diri kembali.

Mengapa? Sebagai seorang pemimpi artinya memiliki sesuatu untuk dikejar. Sebagai realis artinya mensyukuri keadaan kita sekarang ini.

Meskipun begitu, aku tetap akan memilih menjadi lelaki bodoh yang penuh dengan mimpi — dan gagal. Maka aku akan menjadi keduanya.

Settle down. Apa kamu akan menemukan tempat itu suatu hari nanti? Ataukah akan terus menjadi penjelajah kontinen?

Jika ada satu hal yang pasti antara seorang pemimpi dan realis, maka itu adalah Pencipta yang terbukti melukiskan cerita mereka.

Aku cukup sering mengalami hal-hal yang notabena “Kok pas?” Terkadan ada barang jualanku yang tersis 6 pcs — eh tiba- tiba ada yang beli 6 pcs.

Hal-hal seperti itu cukup sering terjadi di toko retail onlineku. Yang tentu saja, membuatku lebih mantap lagi mengatakan jika memang Pencipta turut campur tangan dalam segala sesuatu.

Apa ada yang sering membaca manhua disini? Ada sebuah idea mengenai The Heaven’s Will yang kurasa membuat segala sesuatu menjadi masuk akal.

Aku tidak bisa mengatakan jika memahami sepenuhnya konsep itu, tetapi setidaknya yang kutangkap adalah, apapun yang terjadi itu atas kehendak sorga.

Ketika kamu berada di tengah goncangan, kamu tahu ini atas seizin Pencipta, dan hal itu membuat kamu kuat.

Kebetulan-kebetulan yang terjadi juga adalah bagian dari rancangan seorang Pencipta.

Aku tidak sedang membicarakan agama, dan kurasa konsep itu ada di setiap agama. Begitu juga pada kepercayaan yang aku anut.

Selebihnya dari seorang pemimpin dan realis… kurasa lebih baik jika kalian uji coba keduanya pada diri sendiri.

Hidup adalah sebuah perjalanan. Kepuasaan adalah beberapa orang. Meskipun akhirnya pergi dari dunia, aku tetap ingin menjadi seorang pemimpi.

Jika terjadi maka aku bersyukur, jika tidak — aku pun mensyukuri hidupku apa adanya.

Sean isn’t a name, but an idea.

Sean isn’t a name, but an idea.