Sean Clarence

Sep 15, 2021

2 min read

Cerita: Di Hari Aku Tua

20 tahun lagi.

Photo by on

Ada waktunya ketika aku seketika saja terdiam, pikirku, benar juga ya — bersama dengan orangtua umur kita bertambah menjadi semakin tua.

Tiba-tiba saja tersadar bila waktu tidak akan ada selamanya, entah untuk mereka ataupun untukku.

Sebuah keindahan kerap aku lihat ketika memperhatikan seorang Nenek dan anak tertuanya. Tiada berbeda hubungan mereka satu sama lainnya hingga sekarang.

Mereka menganggap satu sama lainnya sebagai seorang ibu dan anak. Yang ibu bukanlah seorang Nenek, dan yang anak bukanlah seorang tua.

Keduanya memiliki hubungan yang sama sebagaimana sewaktu mereka muda.

Ini adalah keindahan.

Aku pun membayangkan 20 tahun yang akan datang. Mengenai aku dan orang tuaku.

Umur mereka di kala itu akan memasuki 70 tahun, sedangkan umurku sudah berkepala empat.

Kurasa kami akan menjadi seperti ini:

  1. Aku akan emosi terhadap Mama karena perbuatannya — dan beberapa menit kemudian aku akan meminta maaf padanya
  2. Papa akan cuek seperti biasanya, dan kami akan berkomunikasi seadanya
  3. Hmm… mungkin orang tuaku akan menggendong cucu mereka setiap hari — bahkan merasa lebih bahagia daripada menggendongku sewaktu kecil
  4. Oke, tidak ada yang salah dengan poin ketiga. Anak mereka sudah besar (Aku) dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja
  5. Apa lagi? Mungkin kehidupan orang dewasa akan jauh berbeda dengan seorang remaja

Aku sangat senang bisa menuliskan hal ini. Hanya tinggal menunggu 20 tahun lagi ~~~

My heart is troubled right now.

Sean isn’t a name, but an idea.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.