Cerita: Malu-Maluin Aja

Ayok, (di)malu-maluin aja.

Photo by Shirish Suwal on Unsplash

Daripada terlalu takut untuk salah, (di)malu-maluin aja.

Beberapa minggu ini aku sedikit bernostalgia dengan ingatan masa lalu. Ternyata banyak juga momen ketika aku malunya bukan main. Tentang apapun itu.

Perilakuku, pendapatku, ketidakmampuanku, dan banyak lagi.

Ayok, (di)malu-maluin aja.

Momen-momen seperti itulah yang paling kuingat jelas sampai saat ini. Sebegitu malunya sampai kebawa hingga dewasa.

Ketika kamu melihat kebelakang dan bertanya, eh ~ aku kok begitu sih dulu? Kenapa aku ngelakuin itu ya?

Setahun kebelakangan ini aku jadi berpikir, ah sudahlah — dari dulu juga aku malu-maluin.

Jadi… (di)malu-maluin aja.

Nggak perlu takut untuk berpendapat. Kalau ingin mencoba sesuatu ya dicoba aja.

Mungkin yang relevan untuk hidupku sekarang adalah dikatain orang sebagai anak kemarin sore.

Wajar juga, anak muda kan harus menjadi idealis dan bersikap tahu segalanya.

Ayok, (di)malu-maluin aja.

Nanti juga sadar-sadar sendiri.

Nggak usah malu, berpendapatlah sesukamu. Lakukan apapun itu. Belajarlah dari kesalahanmu.

Ayok, (di)malu-maluin aja. Kenapa? Yah… aku udah banyak malu-maluin hidup sendiri. Kebiasa.

Sudah setahun lebih aku menulis dengan topik yang berbeda-beda. Tulisanku yang paling banyak viewnya sampai saat ini adalah Cerita: Pertama Kali Jatuh Cinta (1). Ada sekitar 400-an dan terus bertambah. Entah mengapa. Padahal tulisannya jelek banget. Bruh.

Mulai tahun depan aku akan mencoba konsisten untuk menulis hanya 1 seri cerita. Jadi bukan menulis random, tetapi semacam membuat sebuah seri cerita.

Aku ingin melihat pengalaman seperti apa yang akan kurasakan ketika menuliskan sebuah seri selama setahun penuh.

--

--

--

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Sean Clarence

Sean Clarence

More from Medium

Sustainable cities: Case study 2

Field research: analysis — Final Major Project

Case Study : Kopi Kenangan Re-Design

Selenium Part 1