Cerita: Tidak Berjudul

Tidur dan lupakan.

Photo by Biel Morro on Unsplash

Ada momen-momen tertentu ketika aku ingin menyerah. Terkadang masih keras kepala dan menanggung beban emosional selagi berjalan.

Tetapi melelahkan, sangat melelahkan.

Aku selalu mengatakan, setidaknya hidupku sekarang masih jauh lebih baik dari tahun lalu.

Ketika aku menjadi begitu putus asa, aku mengambil waktu sejenak untuk tidak melakukan apa-apa. Aku lelah, aku hanya ingin tidur dan melupakan dunia.

Ada waktu di hidupku ketika aku berpikir, apakah tahun depan diriku akan sama dengan tahun ini? Apakah keadaanku tidak akan berubah?

Sebuah ketakutan akan hidup tanpa menjadi apa-apa. Ketakutan jika aku harus menjadi orang gagal.

Aku mengambil waktu sejenak untuk tidak melakukan apa-apa. Beristirahat sebentar untuk melanjutkan pejalanan kepada masa depan.

Berbaring diatas tempat tidur membuatku berpikir, ini tidaklah begitu buruk. Memejamkan mata dan melepaskan penat.

Di sana, aku bermain dengan pikiran. Mengimajinasikan hari-hari baik. Aku berdoa tanpa mengucapkan kata-kata, sebab Tuhan melihat apa yang aku pikirkan.

Sedikit demi sedikit aku bersemangat. Tanpa sadar tertidur pulas setelah itu.

Entah berapa waktu telah berlalu, tiba-tiba saja terbangun di tengah malam.

Aku melihat semua keluargaku tertidur, apakah Tuhan membangunkan aku?

Tubuhku beranjak dari tempat tidur. Berjalan keluar untuk duduk sendiri melihat langit malam.

Sayang, aku tidak melihat Tuhan di atas sana. Dimanakah Dia?

Cukup.

Aku yakin jika hidupku tidak luput dari sepengetahuan-Nya.

Ah…

Kesunyian membuat hatiku damai.

Tidak kusangka aku akan tersenyum.

Baiklah, sudah.

Tidak ada manusia yang begitu sempurna. Ada hari-hari ketika aku merasa depresi dan bingung.

Setiap hari memiliki kejutannya sendiri. Kehidupanku juga tidak berjalan begitu mulus.

Hari buruk itu ada.

Bulan Agustus lalu aku kehilangan uang IDR 2,500,000.00 karena mencoba fitur iklan baru di Tokopedia.

Wew… waktu itu aku kaget sekali di pagi hari, tiba-tiba saja saldo iklanku menjadi IDR 0.00 (Dalam kurun waktu satu hari).

Kemarin malam aku merakit sebuah mesin, dan ketika kunyalakan — mesin itu meledak mengeluarkan asap.

Akhirnya aku harus mengganti part mesin yang baru saja kubeli itu.

Beberapa waktu lalu aku menelfon pegawai BCA, tanpa disangka ia sedikit emosi terhadapku.

Minggu lalu aku membeli kaos polos ukuran S sebanyak 2 buah, ternyata toko ini mengirimkan ukuran M.

Hari-hari ini begitu banyak berita mengenai varian baru Corona. Sahamku ada yang mengalami penurunan cukup dalam karena berita tersebut.

Semoga saja portfolioku Desember nanti bisa lebih baik dan mencapai target jual yang sudah aku tentukan.

Kenapa ya kita nggak boleh menyerah? Kurasa untuk menantikan hari-hari baik yang akan datang.

Meskipun ada saja yang kualami, tetapi tidak sedikit juga yang membuatku bahagia.

Setelah 1 tahun mencari penghidupan… kalimat jangan menyerah menjadi hal yang begitu melekat. Aku menjadi orang yang mencoba dulu — gagal urusan belakangan.

Kalau gagal? Tetap keras kepala sampai berhasil.

Aku ingin menjalani hidupku dengan baik dan semua keburukannya. Tidak melarikan diri dari hal-hal melelahkan, tetapi terus berjalan maju.

Menjadi manusia.

Menjadi Manusia. Hidupku tidak seindah apa yang terlihat, hanya manusia biasa.

--

--

--

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Sean Clarence

Sean Clarence

More from Medium

The Climate Optimist — 29 Nov ’21 — Innovations in reducing semi-truck emissions

Focus groups/Ideation workshop — Final Major Project

Lab 6: Capacitive Sensing with Piezo

Met Eireann Redesign — Part 5: Teamwork & Collaboration