Nagaro: Sebuah Pembuka

Pecahan pertama dari pertama

Photo by Thomas Le on Unsplash
… baca sambil di play

Penduduk Nagaro dikejutkan dengan berita serial pembunuhan selama 1 bulan terkahir.

Pihak kepolisian setempat mengakatan jika ada kemungkinan pelaku tindak kejahatan tersebut adalah orang yang sama untuk setiap nyawa terhilang.

Aku sangat tertarik — atau harus kukatakan, mau tidak mau menjadi tertarik.

Bagaimana tidak?

Korban pertama dari serial pembunuhan ini tidak lain adalah seorang siswi bernama Annette, kakak kelasku di Nagaro Prefectural High School.

Reputasinya terkenal baik di sekolah — ditambah dengan keanggunannya hingga dijuluki primadona oleh hampir semua murid dan guru.

Siapa sangka orang sebaik itu dapat tertimpa sial? Apakah kejadian ini adalah jawaban dari doa-doa mereka yang iri dengan Annette?

Meskipun terkenal baik, banyak perempuan yang membenci Annette hanya karena lelaki yang mereka sukai jatuh hati pada primadona satu ini.

Hampir setiap minggu aku mendengar mereka menyatakan perasaannya kepada Annette di belakang gedung sekolah.

Bagaimana aku bisa tahu?

Waktuku di sekolah banyak kuhabiskan untuk bersantai di tangga sekolah yang dekat dengan belakang gedung. Aku dengan mudah dapat melihat suasana ketika setiap lelaki ditolak olehnya.

Nasib yang menimpa Annette… orangtua mereka pasti merasakan kehilangan luar biasa.

Serial pembunuhan ini membuat suasana di Nagaro menjadi begitu tegang. Yang mulanya tenang sekarang menjadi ketakutan.

Pemerintah setempat memberlakukan pulang lebih awal untuk semua sekolah di Nagaro. Hal ini demi mencegah kejadian serupa terjadi lagi.

Meskipun pada kenyataannya… serial pembunuhan ini masih berlanjut sampai sekarang.

Tidak ada bekas luka pada tubuh para korban. Hanya saja, selalu ditemukan bercak berwarna hitam entah di lengan, kaki, ataupun juga sekitar kepala korban.

Misteri apa lagi ini? Pembunuhan tanpa darah?

Ah… aku?

Langit sudah berubah menjadi cukup gelap semenjak berpamitan dengan temanku sore tadi.

Maklumi saja, setelah pulang sekolah aku mampir ke tempat arcade langgananku… hehehe, namanya juga anak muda.

Who gives a thing for rules?

Tenang saja… saat ini sudah perjalanan pulang ke rumah…

Ke rumah…

Rumah…

!!!

Sesosok perempuan dengan rok merah khas sekolahku terlihat sedang berdiri sekitar 8 langkah di depanku.

Rambut itu… kurasa aku mengenalinya…

Mencoba untuk mengarang sebuah pembuka — akan dilanjutkan.

--

--

--

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Sean Clarence

Sean Clarence

More from Medium

How to Win Powerball Prizes Using 1 Weird Technique

11.2021 — Dreams-YenSid Travel Disney Cruise trip report — Part 2: during the cruise

Skilvul, Mentor on Demand

Stand Out With A Genesis — 16,000 Miles In A 2021 G70 3.3T AWD Sport.